Senin, 12 September 2022

Sikap Mukmin yang Bijak Di Saat Naiknya Harga BBM



 Sikap Mukmin yang Bijak Di Saat Naiknya Harga BBM

Akhir-akhir ini, kita sedang dihadapkan pada krisis ekonomi yang cukup pelik. Mulai dari tersebarnya wabah Covid-19 yang telah memakan banyak korban, hingga berimbas pada ketidakstabilan harga-harga bahan pokok di pasaran. Dari minyak goreng yang tiba-tiba menghilang dari peredaran, lalu harganya melambung tinggi, hingga cabai yang harga per kilonya melampaui harga daging sapi. Yang terbaru, ketetapan pemerintah untuk memotong subsidi BBM yang mengakibatkan harga pertalite, pertamax, dan solar naik fantastis.

Kekhawatiran akan tingginya biaya hidup, ketakutan akan keterbatasan, dan kerisauan dalam hati, terkadang muncul di hati manusia. Tentu saja hal tersebut merupakan perkara yang lumrah, bahkan di zaman Nabi ﷺ sekalipun. Saat terjadi lonjakan harga di pasaran, para sahabat merasa berat dan mengadukannya kepada Nabi ﷺ. Para sahabat berkata,

 يا رسولَ اللَّهِ ، غلا السِّعرُ فسعِّر لَنا

“Wahai Rasulullah, harga-harga menjadi mahal. Tetapkanlah harga untuk kami?”

Rasulullah ﷺ bersabda,

إنَّ اللَّهَ هوَ المسعِّرُ القابضُ الباسطُ الرَّازقُ ، وإنِّي لأرجو أن ألقَى اللَّهَ وليسَ أحدٌ منكُم يطالبُني بمَظلمةٍ في دمٍ ولا مالٍ

“Sesungguhnya Allah yang pantas menaikkan dan menurunkan harga, Dia-lah yang membatasi dan melapangkan rezeki. Aku harap dapat berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak seorang pun dari kalian yang menuntutku soal kezaliman dalam darah (nyawa) dan harta.” (HR. Abu Dawud no. 3451, Tirmidzi no. 1314, Ibnu Majah no. 2200 dan Ahmad no. 14057)

Melambungnya harga-harga di pasaran merupakan salah satu perkara penting yang harus diperhatikan oleh setiap kaum muslimin, terlebih lagi pada zaman sekarang, di mana hal tersebut sangat mempengaruhi kehidupan kebanyakan manusia. Tingginya harga-harga di pasaran seringkali akan meningkatkan angka kriminalitas dan kemiskinan pada sebuah masyarakat. Karenanya untuk menyelesaikan problem ini dibutuhkan solusi yang cerdas lagi tepat untuk menyelesaikannya.

Islam adalah agama yang sempurna

Islam yang sempurna ini telah Allah tetapkan sebagai syariat yang mencakup setiap aspek kehidupan manusia. Tidaklah ada sebuah permasalahan yang butuh untuk diselesaikan dan dipecahkan, kecuali agama Islam telah memberikan jawaban ataupun petunjuknya, baik itu di dalam Al-Qur’an maupun hadis Nabi ﷺ.

Allah ﷻ berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمْ الإِسْلامَ دِيناً

“Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu.” (QS. Al-Maidah : 3)

Merupakan kewajiban bagi setiap mukmin untuk mengembalikan seluruh permasalahannya kepada syariat Islam yang mulia ini, tak terkecuali saat menghadapi situasi naiknya harga BBM. Untuk menghilangkan kekhawatiran yang ada dan menyelesaikannya permasalahan ini, kita perlu kembali melihat beberapa firman Allah ﷻ serta sabda Nabi-Nya ﷺ, mempelajari kembali solusi-solusi yang ditawarkan oleh syariat, bukan dengan mengeluh, berdebat, mencari kambing hitam, apalagi berdemo.

Kesulitan yang menimpa seseorang, bisa jadi karena dosa dan maksiat yang ia lakukan. Seorang mukmin harus yakin, bahwa apa yang terjadi di bumi ini, baik itu kejadian yang baik maupun yang buruk, termasuk di dalamnya naiknya harga BBM, semuanya terjadi atas izin Allah dan kehendak-Nya. Sebagaimana perkataan Syekhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah,

فالغلاء بارتفاع اﻷسعار ، والرخص بانخفاضها هما من جملة الحوادث التي لا خالق لها إلا الله وحده ، ولا يكون شيء منها إلا بمشيئته وقدرته

“Harga yang menjadi mahal karena melambungnya harga-harga serta menjadi murah karena turunnya harga-harga merupakan suatu kejadian yang tidak ada yang menciptakannya, melainkan Allah Ta’ala semata. Tidaklah hal itu terjadi, kecuali karena kehendak dan keinginan Allah.” (Majmu’ Fatawa, 8 : 519)

Hanya saja perlu kita ketahui bahwa terkadang Allah ﷻ menjadikan perbuatan dan perilaku hamba-Nya sebagai sebab atas terjadinya sesuatu sebagaimana Allah jadikan pedang yang dihunuskan seorang pembunuh sebagai sebab atas matinya seseorang. Begitu pula naiknya harga-harga di pasaran yang dirasakan oleh semua orang, bisa jadi sebabnya adalah dosa-dosa yang dilakukan oleh umat manusia. Sebagaimana firman Allah ﷻ,

وَمَا أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٍ فَمِن نَّفْسِكَ

“Dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS. An-Nisa : 79)

Allah ﷻ juga berfirman,

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura : 30)

Nabi ﷺ juga pernah bersabda,

يا مَعْشَرَ المهاجرينَ ! خِصالٌ خَمْسٌ إذا ابتُلِيتُمْ بهِنَّ ، وأعوذُ باللهِ أن تُدْرِكُوهُنَّ : لم تَظْهَرِ الفاحشةُ في قومٍ قَطُّ ؛ حتى يُعْلِنُوا بها ؛ إلا فَشَا فيهِمُ الطاعونُ والأوجاعُ التي لم تَكُنْ مَضَتْ في أسلافِهِم الذين مَضَوْا ، ولم يَنْقُصُوا المِكْيالَ والميزانَ إِلَّا أُخِذُوا بالسِّنِينَ وشِدَّةِ المُؤْنَةِ ، وجَوْرِ السلطانِ عليهم ، ولم يَمْنَعُوا زكاةَ أموالِهم إلا مُنِعُوا القَطْرَ من السماءِ ، ولولا البهائمُ لم يُمْطَرُوا ، ولم يَنْقُضُوا عهدَ اللهِ وعهدَ رسولِه إلا سَلَّطَ اللهُ عليهم عَدُوَّهم من غيرِهم ، فأَخَذوا بعضَ ما كان في أَيْدِيهِم ، وما لم تَحْكُمْ أئمتُهم بكتابِ اللهِ عَزَّ وجَلَّ ويَتَخَيَّرُوا فيما أَنْزَلَ اللهُ إلا جعل اللهُ بأسَهم بينَهم

“Wahai kaum Muhajirin, ada lima perkara yang akan datangkan bencana berat, aku meminta perlindungan kepada Allah semoga tidak menimpa kalian :

(Pertama), tidaklah maksiat dan zina menjamur di tengah suatu kaum melainkan mereka akan ditimpa penyakit thaun dan kelaparan mematikan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

(Kedua), tidaklah mereka curang dalam takaran dan timbangan dagang, melainkan akan ditimpa kemarau dan paceklik berkepanjangan hingga hidup mereka menderita serta mereka dipimpin penguasa yang zalim.

(Ketiga), tidaklah mereka enggan membayar zakat harta mereka, melainkan langit akan berhenti meneteskan air (hujan) untuk mereka. Jikalau bukan karena hewan-hewan ternak, niscaya mereka tidak akan diberikan hujan.

(Keempat), tidaklah mereka meninggalkan agama Allah ﷻ dan rasul-Nya, melainkan mereka akan dikuasai oleh musuh-musuh mereka. Kekuasaan dan kenikmatan mereka dirampas oleh musuh-musuh mereka.

Dan (Kelima), tidaklah pemimpin-pemimpin mereka enggan menjalankan hukum-hukum Allah dan tidak menganggap lebih baik apa yang diturunkan Allah, kecuali Dia akan menjadikan rasa takut di antara mereka.” (HR. Ibnu Majah no. 4019, Thabrani di dalam Al-Mu’jam Al-Ausath no. 4671 dan Al-Hakim no. 8623)


Bisa jadi, kesusahan yang sedang menimpa kita, naiknya harga BBM yang memberatkan kita dan musibah-musibah lainnya yang kita hadapi, sebabnya adalah dosa-dosa kita, kezaliman kita, dan kurang perhatiannya kita terhadap agama Islam yang mulia ini.

Ada beberapa solusi yang ditawarkan oleh syariat Islam sehingga kaum muslimin yang sedang mengalami kesulitan karena naiknya harga barang-barang di pasaran, dapat menghadapinya dan bertahan di dalamnya:

Pertama.: Membiasakan diri untuk senantiasa bertaqwa dan menguatkan keimanan. 

Dalilnya adalah firman Allah ﷻ,

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُواْ وَاتَّقَواْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ وَلَكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-A’raf : 96)

Dengan beriman dan bertakwa, seorang mukmin akan dimudahkan urusannya, diberikan solusi dan jalan keluar serta dilapangkan rezekinya dari arah yang tidak ia sangka-sangka.

Allah ﷻ berfirman,

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. At-Talaq : 2 - 3)

Kedua.: Memperbanyak istigfar dan bertobat. 

Hal ini berlaku bagi siapa pun. Syariat istigfar dan tobat tidak hanya bagi mereka yang baru bermaksiat saja. Nabi Muhammad ﷺ yang jelas-jelas kita tahu telah diampuni dosa-dosanya saja senantiasa memperbanyak istigfar, meminta ampun kepada Allah ﷻ. 

Allah ﷻ berfirman menjelaskan keutamaan istigfar,

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا

“Maka aku berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Mahapengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh : 10 - 12)

Ketiga : Saling bahu membahu di antara masyarakat. 

Mereka yang diberikan keluasan harta oleh Allah ﷻ, maka tidak melupakan saudaranya yang kurang mampu. Mengeluarkan zakat, bersedekah, dan membantu orang-orang yang tidak mampu. Nabi ﷺ bersabda,

من كان معه فضل ظهر فليعد به على من لا ظهر له و من كان له فضل من زاد فليعد به على من لا زاد له

“Barangsiapa yang memiliki kendaraan lebih, hendaknya memberikan pada orang yang tidak memiliki kendaraan. Barangsiapa yang memiliki kelebihan bekal, hendaknya memberikan pada orang yang tidak mempunyai bekal.” (HR. Muslim no. 1728)

Hadis ini mengajarkan kita untuk bersedekah dan berbuat baik kepada orang lain, serta berlomba-lomba di dalam memenuhi kebutuhan mereka.

Allah ﷻ berfirman di dalam sebuah hadis qudsi, menjelaskan balasan bagi mereka yang menginfakkan hartanya,

يا ابن آدم أَنفق أُنفق عليك

“Berinfaklah, niscaya engkau akan diberi nafkah (oleh Allah ﷻ).” (HR. Bukhari no. 4684, 7411 dan Muslim no. 993)

Keempat : Melatih diri untuk senantiasa rida dan bersyukur atas setiap rezeki yang telah Allah ﷻ tetapkan untuk kita. 

Nabi ﷺ bersabda,

وارض بما قسم الله لك تكن أغنى الناس

“Relalah dengan apa yang telah Allah bagikan untukmu, niscaya kamu menjadi manusia yang paling kaya.” (HR. Tirmidzi no. 2305, Ibnu Majah no. 4217. dan Ahmad no. 8095)

Kelima : Hidup sederhana dan menjauhkan diri dari pemborosan dan bermewah-mewahan. 

Allah ﷻ berfirman,

وكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (QS. Al-A’raf : 31)

Semoga Allah ﷻ senantiasa memudahkan setiap urusan kita, memberikan kita jalan keluar dari setiap musibah dan kesulitan yang kita hadapi dan memberikan kita rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Wallahu a’lam bis-shawaab.

Penulis : Muhammad Idris, Lc.

SUAMI ADALAH KUNCI KEWARASAN ISTRI

 SUAMI ADALAH KUNCI KEWARASAN ISTRI


Pentingnya peran suami    Jangan salahkan istrimu  Jika istrimu mudah marah, mudah membentak anak, mudah emosi  Bisa jadi penyebabnya adalah emosi terpendam yang belum selesai dengan suaminya dan pada akhirnya anak jadi korbannya   

SUAMI adalah pemegang kunci kebahagiaan dan kewarasan seorang istri. Perkataan dan perilaku suami sangan mempengaruhi jiwa dan raga istrinya.

Seorang istri membutuhkan bahu suami untuk bersandar, sangat membutuhkan perhatian dan semangat dari suami untuk merawat anak-anaknya dengan baik.

Karena sesungguhnya penyebab stress tertinggi pada seorang ibu adalah karena suaminya bukan anaknya, bukan mertuanya, bukan iparnya, bukan tetangganya

Istri sanggup mengurus anak yang rewel dan nakal seharian penuh, tapi dia tak sanggup jika suami mengabaikannya walau hanya pulang malam tanpa kabar.

Istri sanggup dihina, dimarahi dan dibentak mertua atau iparnya, tapi jika suami yang menghina dan memarahinya, bukan tak sanggup lagi, tapi dia hancur berkeping-keping

Istri itu adalah tulang rusuk yang bengkok, kalau dipaksakan lurus dia akan patah. Jadi tolong perlakukan istri Anda dengan baik, berilah istri Anda kasih sayang hingga penuh tangki cintanya.

Lalu lihatlah, dia akan sangat siap menjalani hari seberat apapun. Jangan lupa haluskan tutur kata Anda dan beri dia perhatian, karena jika sering dibentak dan diabaikan hancurlah dirinya, tidak hanya dirinya yang hancur tapi anak Anda juga.

Maka, coba tanyakan pada pasangan masing-masing “Apa yang harus kita lakukan agar kewarasannya terjaga?” Menjaga kewarasan suami dan istri sangatlah penting dan sangat berdampak besar bagi kehidupan anak

Jangan lagi anak yang harus menjadi korban, karena sudah cukup banyak kasus Bapak atau ibunya depresi tapi anaknya yang jadi korban

Tapi kunci kewarasan suami juga ada pada istrinya sendiri. Maka, coba tanyakan pada pasangan masing-masing “Apa yang harus kita lakukan agar kewarasannya terjaga?” Menjaga kewarasan suami dan istri sangatlah penting dan sangat berdampak besar bagi kehidupan anak.

Jangan lagi anak yang harus menjadi korban, karena sudah cukup banyak kasus Bapak atau ibunya depresi tapi anaknya yang jadi korban. Mulai saat ini jangan hanya menuntut pada pasangan tapi cobalah memberi juga.

Bekerjasamalah dengan baik untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, karena tujuan kita dipasang-pasangkan agar hati menjadi tentram. 

Tahapan Penciptaan, Taqdir Manusia Dan Amalan Terakhirnya

 "Tahapan Penciptaan, Taqdir Manusia Dan Amalan Terakhirnya"


عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا . [رواه البخاري ومسلم

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud R. 'A. beliau berkata : Rasulullah ﷺ menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : "Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli syurga hingga jarak antara dirinya dan syurga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli syurga maka masuklah dia ke dalam syurga." (HR. Bukhari dan Muslim).

Pelajaran Yang Terdapat Dalam Hadits :

1️⃣ Allah ﷻ mengetahui tentang keadaan makhluknya sebelum mereka diciptakan dan apa yang akan mereka alami, termasuk masalah kebahagiaan dan kecelakaan.

2️⃣ Tidak mungkin bagi manusia di dunia ini untuk memutuskan bahwa dirinya masuk syurga atau neraka, akan tetapi amal perbutan merupakan sebab untuk memasuki keduanya.

3️⃣ Amal perbuatan dinilai di akhirnya. Maka hendaklah manusia tidak terpedaya dengan kondisinya saat ini, justru harus selalu mohon kepada Allah agar diberi keteguhan dan akhir yang baik (husnul khatimah).

4️⃣ Disunnahkan bersumpah untuk mendatangkan kemantapan sebuah perkara dalam jiwa.

5️⃣ Tenang dalam masalah rizki dan qanaah (menerima) dengan mengambil sebab-sebab serta tidak terlalu mengejar-ngejarnya dan mencurahkan hatinya karenanya.

6️⃣ Kehidupan ada di tangan Allah. Seseorang tidak akan mati kecuali dia telah menyempurnakan umurnya.

7️⃣ Sebagian ulama dan orang bijak berkata bahwa dijadikannya pertumbuhan janin manusia dalam kandungan secara berangsur-angsur adalah sebagai rasa belas kasih terhadap ibu. Karena sesungguhnya Allah mampu menciptakannya sekaligus.

Tema Hadits Yang Berkaitan Dengan Al-Qur'an :

👉1. Pengorbanan seorang ibu yang mengandung :

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."     [QS. Luqman : 14]

👉2. Teori reproduksi manusia :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِنْ مُضْغَةٍ مُخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِنُبَيِّنَ لَكُمْ ۚ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاءُ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ ۖ وَمِنْكُمْ مَنْ يُتَوَفَّىٰ وَمِنْكُمْ مَنْ يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِنْ بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنْبَتَتْ مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

"Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah." [QS. Al-Hajj : 5]

👉3. Takdir :

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

"Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." [QS. Al-Hadid : 22]

👉4. Suul khatimah :

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّىٰ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۚ أُولَٰئِكَ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

"Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang". Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih." [QS. An-Nisa : 18]

👉5. Husnul khatimah

أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَٰهَكَ وَإِلَٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ

"Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". [QS. Al-Baqara : 133].

Demikian, Semoga Bermanfaat. Aamiin

Aqulu qauli hadza, wa astaghfirullahal Adzim li wa lakum.

ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚَ

Subhanaka Allahuma wabihamdika asyhadu alla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik...

“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu”.

🍃 Dari Abdullah bin Amr R. ‘A., bahwa Nabi ﷺ bersabda,

ﺑَﻠِّﻐُﻮﺍ ﻋَﻨِّﻰ ﻭَﻟَﻮْ ﺁﻳَﺔً

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR.Bukhari)

Dari Abu Hurairah R. 'A., bahwa Rasûlullâh ﷺ bersabda,

ﻣَﻦْ ﺩَﻋَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﻫُﺪًﻯ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻪُ ﻣِﻦَ ﺍْﻷَﺟْﺮِ ﻣِﺜْﻞُ ﺃُﺟُﻮْﺭِ ﻣَﻦْ ﺗَﺒِﻌَﻪُ ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻘُﺺُ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦْ ﺃُﺟُﻮْﺭِﻫِﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ، ﻭَﻣَﻦْ ﺩَﻋَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﺿَﻠَﺎﻟَﺔٍ ، ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺈِﺛْﻢِ ﻣِﺜْﻞُ ﺁﺛَﺎﻡِ ﻣَﻦْ ﺗَﺒِﻌَﻪُ ﻟَﺎ ﻳَﻨْﻘُﺺُ ﺫَﻟِﻚَ ﻣِﻦْ ﺁﺛَﺎﻣِﻬِﻢْ ﺷَﻴْﺌًﺎ

Barangsiapa mengajak (manusia) kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa mengajak (manusia) kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun. (HR. Muslim)

Dakwah di jalan Allâh Azza wa Jalla merupakan amal yang sangat mulia, ketaatan yang besar dan ibadah yang tinggi kedudukannya di sisi Allâh ﷻ.

Allâh ﷻ berfirman :

ﻭَﻟْﺘَﻜُﻦْ ﻣِﻨْﻜُﻢْ ﺃُﻣَّﺔٌ ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﻭَﻳَﺄْﻣُﺮُﻭﻥَ ﺑِﺎﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﻭَﻳَﻨْﻬَﻮْﻥَ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِۚ ﻭَﺃُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﻤُﻔْﻠِﺤُﻮﻥَ

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang  yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS.Ali-Imran [3] :104)

Dinukil dari berbagai Sumber Yang In Syaa Allah amanah, dengan sedikit perubahan (terjemah bebas) sesuai dengan Pemahaman Shalafus Shalih (Ahlus Sunnah Wal Jamaah)

KEBOHONGAN YANG DILEGALKAN OLEH PENGUASA

 


"KEBOHONGAN YANG DILEGALKAN OLEH PENGUASA"


Al Kisah, Abu Nawas sedang berjalan di tengah pasar.

Dia melihat ke dalam topinya dan  penuh bahagia. 

Orang-orang pun heran, lalu bertanya; 

Orang : “Hai Abu Nawas, apa yang kamu lihat ke dalam topimu itu yang membuatmu tersenyum bahagia ...???”

Abu Nawas : “Aku sedang melihat Surga yang dihiasi barisan bidadari yang cantik nan menawan (dengan ekspresi meyakinkan)."

Seseorang : "Coba aku lihat...?”

Abu Nawas : "Tapi saya tidak yakin kamu bisa melihat seperti apa yang saya lihat.”

Orang-orang :“Mengapa ....?".  (serempak, karena sama-sama semakin penasaran)  

Abu Nawas : “Karena hanya orang yang  beriman saja dan shalih yang bisa melihat Surga dan bidadarinya di topi saya ini"

Seseorang : "Coba aku lihat ....!!"

Abu Nawas ; “Silahkan” 

Orang itu pun melihat ke dalam topi, lalu sejenak menatap ke arah Abu Nawas, kemudian menengok ke orang-orang di sekelilingnya dan berkata : "benar-benar aku melihat surga dan bidadari, luarbiasa” dengan penuh kagum.

Orang-orang pun heboh ingin menyaksikan Surga dan bidadari di dalam topi Abu Nawas, tetapi Abu Nawas mewanti-wanti, bahwa hanya orang-orang yang beriman dan Shalih saja yang bisa melihatnya.

Dari sekian banyak yang melihat ke dalam topi itu banyak yang mengaku melihat Surga dan bidadari tetapi banyak juga yang tidak bisa melihat sama sekali.

Mereka yang tidak bisa melihat berkesimpulan "Abu Nawas telah berbohong"

Mereka pun melaporkan Abu Nawas ke raja, dengan tuduhan telah menebarkan isu kebohongan di tengah-tengah masyarakat.

Akhirnya, Abu Nawas dipanggil menghadap Raja untuk diadili. 

Dalam Sidang Pengadilan Raja

RAJA : "Benarkah di dalam topimu bisa terlihat surga dengan bidadarinya....?”

Abu Nawas : "Benar paduka Raja, tetapi hanya orang yang beriman saja dan shalih yang bisa melihatnya. Sementara yang tidak bisa melihatnya, berarti dia belum beriman dan tidak Shalih. Kalau paduka Raja mau menyaksikannya sendiri, silahkan...”

RAJA : "Baiklah, kalau begitu saya mau menyaksikannya sendiri....”

Sudah pasti Raja tidak melihat surga apalagi bidadari di dalam Topi Abu Nawas. 

Raja berpikir, kalau ia mengatakan tidak melihat surga dan bidadari, berarti ia termasuk tidak beriman, maka akan berakibat bisa merusak reputasinya sebagai Raja.

RAJA : (setengah berteriak dan pura-pura kagum). “Engkau benar Abu Nawas, aku menyaksikan Surga dan Bidadari di dalam topimu...!!!"

Maka Rakyat yang menyaksikan reaksi Rajanya itu, lalu diam seribu bahasa dan tak ada lagi yang berani membantah Abu Nawas.

Mereka takut berbeda dengan Raja dan khawatir di cap belum beriman dan tidak shalih...

Konspirasi kebohongan yang ditebar oleh Abu Nawas, mendapat legitimasi dari Raja.

Abu Nawas : (dalam hati tertawa sinis sambil bergumam)..." 

beginilah akibatnya kalau ketakutan sudah menenggelamkan kejujuran, maka kebohongan pun akan merajalela.

Ketika keberanian lenyap dan ketakutan telah menenggelamkan kejujuran, maka kebohongan akan melenggang kangkung sebagai sesuatu yang “benar.”

Ketakutan untuk berbicara jujur, juga karena faktor gengsi. Gengsi dianggap belum beriman atau dengan alibi atau alasan lainnya. Padahal, label gengsi itu hanyalah rekayasa opini publik yang dipenuhi dengan kebohongan.

Kepercayaan diri sebagai pribadi yang mandiri untuk berkomitmen pada kebenaran berdasarkan prinsip kejujuran telah dirontokkan oleh kekhawatiran label status yang sesungguhnya sangat subyektif dan semu.

Kecerdikan konspirasi (kebohongan) opini publik Abu Nawas, telah menumbangkan kebenaran dan kejujuran.

Akhirnya, kecerdasan tanpa kejujuran dan keberanian, takluk di bawah kecerdikan yang dilakonkan dengan penuh keberanian dan kepercayaan diri meski pun itu adalah kebohongan yang besar dan nyata.

Kasus legitimasi kebohongan versi Abu Nawas ini, mungkin telah terjadi disekitar kita. Tentu dengan aneka versinya. 

Bagaimana dengan kondisi kita saat ini dan kemarin, hari ini dan esok lusa...???

Hanya kita sendiri yang dapat mengubah sikap kita ini...

Tampaknya sekarang kita hidup seperti di era Abu Nawas 

Semoga bermanfaat.

Alhamdulillah Harga BBM Naik



"Alhamdulillah Harga BBM Naik"

Bisakah kita berkata seperti itu ketika kita mendapatkan hal yang tidak kita sukai, yang membuat kita bahkan hidup susah?

Keadaan Seorang Mukmin Seluruhnya Baik

Yang jelas, seluruh keadaan seorang mukmin itu baik, ketika ia susah maupun senang. Keadaan susah, ia bersabar. Keadaan senang, ia bersyukur.

Dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan Ar Rumi R. ‘A., Rasulullah ﷺ bersabda,

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim no. 2999).

Intinya hadits di atas berisi dorongan untuk bersabar dan bersyukur. Bersabar ketika susah, bersyukur ketika mendapatkan nikmat.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Keadaan seorang mukmin sesuai yang Allah tetapkan seluruhnya baik. Jika ia diuji dengan suatu musibah, ia bersabar atas takdir Allah dan menanti kelapangan dari Allah, juga mengharap pahala dari-Nya. Itu baik baginya. Di antara yang meraih seperti ini adalah orang yang berpuasa. Jika ia diberi nikmat agama seperti ilmu dan amalan shalih, juga nikmat dunia seperti harta, anak dan keluarga, ia bersyukur. Syukur tersebut dibuktikan dengan melakukan ketaatan pada Allah. Karena syukur bukanlah hanya ucapan lisan, “Saya bersyukur pada Allah.” Namun syukur yang hakiki adalah dengan menjalankan ketaatan pada Allah. Jadi, bersyukur pada Allah termasuk kebaikan. Syukur ini pada dua nikmat yaitu nikmat agama dan nikmat dunia.” (Syarh Riyadhus Shalihin, 1 : 198).

Bisakah Kita Mengucapkan Alhamdulillah Saat BBM Naik? Tengok saja bagaimana suri tauladan kita, Rasulullah ﷺ mencontohkan pada kita ketika mendapatkan hal yang menyenangkan dan hal yang tidak menyenangkan.

Dari Aisyah R. ‘A., Nabi ﷺ ketika melihat (mendapatkan) sesuatu yang dia sukai, beliau ﷺ mengucapkan,

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush shalihat

"Segala puji hanya milik Allah yang dengan segala nikmatnya segala kebaikan menjadi sempurna." 

Dan ketika beliau mendapatkan sesuatu yang tidak disukai, beliau ﷺ mengucapkan,

الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ

[Alhamdulillah ala kulli hal]

"Segala puji hanya milik Allah atas setiap keadaan’.” (HR. Ibnu Majah no. 3803. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan)

Kenapa sampai ditimpa musibah pun disyukuri? Mengapa BBM naik malah mengucapkan alhamdulillah?

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Hal yang tidak disukai tersebut malah disyukuri karena Allah memberikan pahala bagi siapa saja yang mau bersabar pada musibah lebih dari musibah tersebut.” (Syarh Riyadhus Shalihin, 1 : 175).

Kata Syaikh Ibnu Utsaimin pula bahwa sebagian wanita ahli ibadah ada yang terluka di jarinya, malah ia memuji Allah (bersyukur pada Allah). Lalu ditanya kenapa sampai ia bersykur. Ia pun menjawab, “Pahala dari musibah ini telah melupakanku dari luka yang sakit tersebut.”

Harga Barang Naik, Tidak Mempengaruhi Rezeki. Ingatlah bahwa rezeki sudah ditentukan oleh Allah. Jadi tak perlu khawatir dengan BBM yang naik, tak perlu punya rasa takut dengan harga barang kebutuhan pokok pun yang ikut naik. Buktinya sejak dulu BBM naik, malah kendaraan makin banyak, malah masyarakat tetap konsumtif.

Allah ﷻ berfirman,

وَلَوْ بَسَطَ اللَّهُ الرِّزْقَ لِعِبَادِهِ لَبَغَوْا فِي الْأَرْضِ وَلَكِنْ يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَا يَشَاءُ إِنَّهُ بِعِبَادِهِ خَبِيرٌ بَصِيرٌ

“Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (QS. Asy Syuraa : 27)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Allah memberi rizki pada mereka sesuai dengan pilihan-Nya dan Allah selalu melihat manakah yang maslahat untuk mereka. Allah tentu yang lebih mengetahui manakah yang terbaik untuk mereka. Allah-lah yang memberikan kekayaan bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya. Dan Allah-lah yang memberikan kefakiran bagi mereka yang Dia nilai pantas menerimanya.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 6 : 553) 

Dalam ayat lain disebutkan pula,

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا

“Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya. Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS. Al Isra’ : 30)

Ibnu Katsir menjelaskan, “Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Melihat manakah di antara hamba-Nya yang pantas kaya dan pantas miskin.”

Sebelumnya beliau rahimahullah berkata, “Allah menjadikan kaya dan miskin bagi siapa saja yang Allah kehendaki. Di balik itu semua ada hikmah.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 5 : 71) Jadi rezeki sudah diatur, jangan pernah khawatir.

Semoga kita bisa bersabar atas segala musibah, termasuk bersabar dalam kebijakan kenaikan BBM saat ini.

Wallahu waliyyut taufiq.

Penulis : Muhammad Abduh Tuasikal

Minggu, 11 September 2022

Mengurus sendiri Perpanjangan STNK 5 tahunan dengan Mudah

 

Mengurus pajak STNK 5 tahunan tanpa harus lewat biro jasa sebenarnya sangat mudah dilakukan. Bagi pengendara kendaraan bermotor memang diwajibkan untuk membayar pajak kendaraan setiap 1 (satu) tahun sekali. Namun Wajib Pajak juga memiliki kewajiban untuk membayar pajak atau melakukan perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dengan disertai penggantian Tanda Nomor Kendaraan (TNKB) yang baru setiap 5 (lima) tahun sekali sebagai bentuk persyaratan yang menyatakan bahwa kendaraan yang dimiliki layak dan legal untuk beroperasi di jalanan umum.
Untuk pembayaran pajak kendaraan 1 (satu) tahun sekali, Wajib Pajak dapat melakukan pembayaran pajak melalui sistem online, namun berbeda dengan pembayaran pajak untuk memperpanjang STNK dan juga penggantian Tanda Nomor Kendaraan (TNKB) yang dilakukan 5 (lima) tahun sekali setiap jatuh tempo masih harus dilakukan di kantor Samsat sesuai wilayah kendaraan setempat. 

1. Syarat Pembayaran Pajak atau Perpanjangan STNK Kendaraan Untuk melakukan pembayaran pajak atau perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan setiap 5 (lima) tahun sekali, dibutuhkan syarat-syarat kelengkapan dokumen yang dimiliki. Berikut merupakan syarat yang harus ditepati, yaitu:

 - Membawa Asli dan fotokopi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK)
 - Membawa Asli dan fotokopi Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) 
 - Membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang asli dan fotokopi
 
2. Alur Pembayaran Pajak atau Perpanjangan STNK Kendaraan :
    - Mengabil Formulir di loket dengan menunjukan berkas persyaratan pada poin 1                      (dimasukkan dalam map), nantinya akan mendapatkan formulir pendaftaran pajak Surat         Tanda Nomor  Formulir pendaftaran tersebut diwajibkan untuk diisi.
    - Melakukan pengecekan fisik dilokasi tempat cek fisik kendaraan dengan stiker gesek              nomor rangka dan nomor mesin oleh petugas kemudian langsung divalidasi 
    - Kemudian Membawa semua berkas-berkas yang sudah siap; persyaratan, formulir isian        dan validasi cek fisik ke loket pendaftaran awal untuk verifikasi berkas.

Setelahnya, Wajib Pajak diar ahkan pergi ke loket pendaftaran sesuai dengan kebutuhannya, yaitu loket pajak Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) 5 (lima) tahun untuk kendaraan roda 2 (dua) atau roda 4 (empat) dengan menyerahkan semua berkas dan menunggu panggilan Setalah dipanggil, maka Wajib Pajak diarahkan ke loket kasir untuk membayar tagihan dari pajak Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) 5 (lima) tahunan Setelah membayar, Wajib Pajak diharuskan untuk menunggu proses pengesahan dan pencetakan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang baru di loket pengambilan STNK Setelah jadi, maka Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang baru sudah dapat diambil Wajib Pajak dan tinggal mengambil plat nomor kendaraan yang baru di bagian pencetakan plat Proses pencetakan plat nomor yang baru sekitar 5-10 menit, pada proses ini ada beberapa Samsat yang mengenakan tarif sesuai dengan wilayahnya bagi Wajib Pajak Setelah selesai semuanya, maka Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Tanda Nomor Kendaraan (TNKB) yang baru dapat diterima oleh Wajib Pajak. Biaya atau tarif untuk pajak 5 (lima) tahunan ini dikenakan biaya pajak pokok kendaraan dan biaya tambahan administrasi untuk Surat Tanda Nomor Kendaraan sebesar Rp 100.000 (seratus ribu rupiah) untuk kendaraan roda 2 (dua) dan Rp 200.000 (dua ratus ribu rupiah) untuk kendaraan roda 4 (empat). Selain itu, Wajib Pajak juga dibebankan biaya penerbitan Tanda Nomor Kendaraan Baru (TNKB) sebesar Rp 60.000 (enam puluh ribu rupiah) untuk kendaraan roda 2 (dua) dan Rp 100.000 (seratus ribu rupiah) untuk kendaraan roda 4 (empat).. Cara mengurus pajak STNK 5 tahunan tersebut sangat mudah dilakukan tanpa ribet dan bisa dilakukan siapapun. (harvinsan)

Sikap Mukmin yang Bijak Di Saat Naiknya Harga BBM

 Sikap Mukmin yang Bijak Di Saat Naiknya Harga BBM Akhir-akhir ini, kita sedang dihadapkan pada krisis ekonomi yang cukup pelik. Mulai dari ...